Saturday, December 29, 2012

Teori Pembentukan Lautan

        Kehadiran lautan sebagaimana tampak sekarang ini, tidak terlepas dari proses pembentukan bumi. Karena lautan merupakan bagian dari bumi, sehingga baik asal-usulnya maupun aspek-aspek dan proses-proses selanjutnya merupakan rentetan proses alam yang masih tetap bekerja. Umur bumi sekarang diperkirakan sudah mencapai 4.5 milyard tahun yang lalu, namun kapan terbentuknya lautan masih merupakan misteri. Yang jelas kejadian lautan merupakan rentetan proses-proses alam yang bekarja hingga sekarang dan masih tetap berlangsung terus. Ada tiga teori dan analisa tentang asal-usul lautan, yaitu :
Hipotesa Pelepasan Lempeng
1.    Bertolak dari teori kabut oleh Laplace (1796), yang beranggapan bahwa bumi merupakan bagian dari pada tata surya, mulanya berasal dari gumpalan gumpalan kabut yang berputar (terpilin).
2.   Dan seterusnya menjadi cairan pijar hingga terjadi pembekuan akibat penurunan temperatur.  Pada kondisi ini bumi dalam keadaan tidak stabil, karena pada bagian dalamnya masih cair dan panas.
3.  Sehingga terciptalah kondisi dimana mudah terjadi peretakan peretakan di antara dua lapisan yang berbeda fase
4.      Terjadinya peretakan-peretakan dan mungkin dalam waktu relatif agak lama, bumi tetap berputar dan bergerak mengelilingi planet induk (matahari), terjadilah pelepasan sebagian lapisan luar dari bumi akibat adanya gaya lemparan  (centrifugal) tidak seimbang dengan  gaya tarikan bumi (centripetal).
Teori Undasi
1.  Terlepasnya sebagian permukaan bumi tersebut maka terbentuklah cekungan yang nantinya terisi air, membentuk lautan.
2.      Telah dijelaskan oleh Van Bemmelen (1932-1935), bahwa adanya permukaan bumi yang tidak rata yaitu sebagian cekungan dan sebagian tonjolan (pegunungan), diakibatkan oleh gelombang turun naik terhadap bagian bumi yang cair (magma)
3.      Timbulnya gerakan gelombang tersebut akibat pengaruh pemisahan magma dari yang basa ke yang asam dan dari basa ke ultrabasa, sehingga terdapat empat susunan magma yaitu mulai dari atas: asam, intermediat, basa dan ultrabasa.
Teori Tektonik Lempeng            
1.      Diawali suatu anggapan oleh Wegener (1929), bahwa benua yang sekarang ini selalu bergerak terapung di atas bahan yang cair.
2.      Banyak bukti dan gejala gejala pergerakan lempeng bumi yang dapat dipelajari, seperti terjadinya busur gunung api di indonesia, jalur jalur gempa bumi, naiknya suhi air laut, bentuk kecocokan diantara dua pulau atau benua yang berhadapan (Amerika Selatan dan Afrika), kesamaan kesamaan litologi dan gejala gejala geologi diantara dua pulau,.
3.  Bagaimana suatu lempeng dapat berpisah atau berbenturan? Þ ini dapat dipahami bahwa yang menyebabkan suatu lempeng bumi dapat bergerak adalah akibat pengaruh gaya konveksi dalam perut bumi
Dari ketiga teori tentang asal usul lautan dapat disimpulkan bahwa:
1.     Teori pelepasan lempeng adalah mengungkapkan fase tertua kejadian lautan
2.     Teori undasi merupakan pembuktian gangguan keseimbangan isostatik akibat pengaruh gerakan vertikal setelah pembekuan kulit bumi
3.     Sedang teori tektonik lempeng membahas lebih jauh tentang pergerakan pergerakan lempeng bumi dalam kaitannya dengan perkembangan lautan baru.
Pada mulanya para ahli percaya bahwa bentuk kerak bumi adalah tetap tidak berubah-ubahnya. Mereka berfikir bahwa sifat-sifat topografi utama bumi ini termasuk lautan, daratan dan pulau-pulau sudah ada dan berbentuk seperti yang ada pada saat ini sejak dahulu. Akan tetapi dari hasil penelitian geologi modern menunjukkan  suatu gambaran yang sangat berbeda. Sekarang sudah jelas terbukti bahwa kerak bumi itu telah dan masih terus mengalami perubahan-perubahan.

No comments:

Post a Comment